Selasa, 14 November 2017

materi pengkabelan

Edit Posted by with No comments




Pengkabelan

Pengertian Pengkabelan Jaringan komputer
Kabel Jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan komputer, dari server ke swich dan yanglainya.kabel jaringan juga bisa sebagai perantara pengguna dengan pengguna lainya dalam satu wilayah lokal seperti (warnet, kantor perusahaan dll).
selain itu kabel jaringan juga bisa disebut dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sering digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Kabel UTP sendiri terdiri dari empat warna konduktor tembaga yang setiap pasangannya berpilih. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular yaitu 8 pin yang biasa kita sebut sebagai RJ-45, dan semua protokol LAN dapat beroprasi melalui kabel UTP. Dan kebanyaka perangkat LAN dilengkapi oleh konektor RJ-45.
Di dalam dunia IT kabel UTP juga bisa disebut dengan kabel LAN (Local Area Network)
Dibawah ini adalah contoh kabel UTP atau LAN (Local Area Network) dan RJ-45
Jenis – Jenis Kabel Jaringan Computer
Untuk membuat suatu jaringan di butuhkan kabel sebagai penghubung. Kabel yang digunakan dirancang khusus untuk dapat berfungsi dengan baik. Ada 4 jenis kabel yang digunakan dalam merancang sebuah jaringan computer. Kabel tersebut antara lain kabel Coaxial, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel Shielded Twisted Pair (STP) dan kabel Serat Optik (Fiber Optik).
Berikut ini jenis-jenis kabel jaringan computer :
1. Kabel Coaxial
Kabel Coaxial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
Karakteristik kabel coaxial :
1. Kecepatan dan keluaran 10 – 100 MBps
2. Biaya Rata-rata per node murah
3. Media dan ukuran konektor medium
4. Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)
Jaringan yang menggunakan kabel coaxial merupakan jaringan dengan biaya rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat terbatas. Kabel coaxial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.
2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) merupakan sepasang kabel yang di-twist/dililit satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel (umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel / 8kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m.
Terdapat 5 kategori kabel UTP :
1. Category (CAT) 1
Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
2. Category (CAT) 2
Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
3. Category (CAT) 3
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.
4. Category (CAT) 4
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.
5. Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100 Mbps.
3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Secara fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat besar dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kekurangan kabel STP lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksi dan lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam penanganan fisiknya.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung. Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.
Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode. Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Sedangkan multimode menggunakan LED sebagai media transmisi.
Karakteristik kabel fiber optik :
1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
4. Media dan ukuran konektor kecil
5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 – 60 kilometer)
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.
Cara Setting Jaringan Komputer
Analisis Jaringan Komputer : Cara Setting Jaringan Komputer
Sebelum komputer terkoneksi dalam sebuah jaringan terlebih dahulu harus terpasang semua perangkat keras yang dibutuhkan .Jadi setelah perangkat keras terpasang semua selanjutnya kita melakukan settingan agar komputer bisa terhubung kedalam satu jaringan yang sama.
Sistem operasi yang digunakan harus mendukung protokol yang digunakan untuk koneksi antar jaringan, Protokol yang sering dipakai dalam jaringan tiada lain adalah protokol TCP/IP
Berikut tata cara melakukan setting jaringan sebagai berikut :
• Pakai star menu –> pada kontrol panel next Network Connection
• Klik kana pada area Network Konnetion kemudian pilih properties
Network Connetion ———>
• Pada Tab General Klik menu Internet Protokol TCP/IP dan klik Properties
Lan Properties
• Tuliskan alamat IP address yang dikehendaki misalnya 192.168.0.01 sedangkan subnet mask 255.255.255.0 dan perlu duperhatikan masing -masing komputer memiliki no IP Address yang berbeda-beda
Form Pengesian IP Address.
• Lakukan testing dengan cara pada c prompt ketik C: Ping 192.168.0.01
• Jika komputer replay bararti komputer sudah terhubung kedalam jaringan yang sama
Merakit Personal Komputer
– Setting Koneksi Jaringan Kompter
Apa kabar sahabat ilmu digital, pada artikel sebelumnya ilmu digital telah shere materi pengenalan jaringan yang merupakan materi tambah pada mata pelajaran merakit personal komputer. Pada artikel kali ini, ilmu digital juga akan shere materi tentang setting koneksi jaringan komputer yang juga merupakan materi tambahan pada mata pelajaran jaringan komputer. Semoga bermanfaat.
IP berfungsi untuk mengidentifikasi komputer yang terkoneksi ke jaringan. Cara Setting :
• Start > Control Panel > Network & Internet
• Network & Shering Center > Change Adapter Setting
• Klik Kanan pada Local Area Connection > Properties
• Pilih Internet Protocol Versi 4 (TCP/IPv4) > Properties
• Masukkan IP & Subnet mask > OK

Teknik Pengkabelan Straight dan Cross

1.Kabel Straight

Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

Penggunaan kabel straight :
  • menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
  • menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
  • menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
  • menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
  • menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa .


Konfigurasi warnanya adalah sebagai berikut :
  1. Putih Orange
  2. Orange
  3. Putih Hijau
  4. Biru
  5. Putih Biru
  6. Hijau
  7. Putih Coklat
  8. Coklat
 untuk lebih jelasnya adalah sebagia berikut:















Teknik Pengkabelan Straight dan Cross

1.Kabel Straight

Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

Penggunaan kabel straight :
  • menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
  • menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
  • menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
  • menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
  • menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa .


Konfigurasi warnanya adalah sebagai berikut :
  1. Putih Orange
  2. Orange
  3. Putih Hijau
  4. Biru
  5. Putih Biru
  6. Hijau
  7. Putih Coklat
  8. Coklat
 untuk lebih jelasnya adalah sebagia berikut:














2. Kabel Cross

Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya. Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.

Penggunaan kabel crossover :
  • menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  • menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
  • menghubungkan komputer ke port uplink Switch
  • menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch
Konfigurasi Cross :
Pada kabel cross ini urutan warna pada ujung kabel berbeda seperti di jelaskan di bawah ini :

Ujung kabel 1 
  1. Putih Orange
  2. Oren
  3. Putih hijau
  4. Biru
  5. Putih biru
  6. Hijau
  7. Putih coklat
  8. Coklat
Ujung kabel 2 
  1. Putih hijau
  2. Hijau
  3. Putih orang
  4. Biru
  5. Putih biru
  6. Oren
  7. Putih coklat
  8. Coklat
    untuk lebih jelasnya seperti gambar di bawah ini :



    Minggu, 02 April 2017

    Contoh Laporan PKL di PT YUJU INDONESIA

    Edit Posted by with No comments




    Contoh Laporan Pkl

    LEMBAR PERSETUJUAN
    LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
    DI PT. YUJU INDONESIA
    (DESIGN JARINGAN)
    Tanggal 05 Oktober 2016 05 Januari 2017

    Laporan ini Disusun Oleh :

    Nama                                    : Adila Oktavia
    NISN                                   : 0001869831
    Kelas/Program                      : XI/ Teknik Komputer dan Jaringan

    Menyetujui :


    Pembimbing I                                                          Pembimbing II


                                 


    Mohamad Soma, S.Kom                                        Liana

    Mengetahui :



    Wakil Kepala Sekolah                                               Wakil Kepala
    Bidang Hubungan Industri                                       Teknik Komputer dan Jaringan                        



    Nurhayati, S.Pd                                                         Doni Efendi, S.Kom




    Kepala SMK Nurul Hikmah



    Eka Pahlawati Syaripudin, SE. M.Si



    BIODATA PENULIS

    Adila oktavia dilahirkan di Bogor 18 Oktober 2000. Peserta didik adalah anak  dari pasangan Bapak Sutisna dan Ibu Endah. Menyelesaikan pendidikan SD di SDN Gandoang 02 pada tahun 2012/2013 kemudian melanjutkan SMP di SMP PGRI GANDOANG pada tahun 2014/2015.
    Kemudian melanjutkan sekolah di SMK Nurul Hikmah Jonggol, Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.
    Peserta didik menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada tahun diklat 2016/2017 di Pt. YUJU Indonesia dibawah bimbingan Ibu Liana selaku pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perusahaan dan Bapak Mohamad Soma, S.Kom selaku pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Sekolah SMK Nurul Hikmah.


    BIODATA PERUSAHAAN


    Nama Perusahaan                   : Pt. YUJU Indonesia
                                               Alamat                                    : Jln. Jati 1 blok j5 No 5 Newtontech park Lippo Cikarang

    No. Telepon / Fax                   : 886222036888
    Nama Pembimbing                 : Liana




    KATA PENGANTAR

                Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya peserta didik dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah peserta didik  melaksanakan PKL, maka peserta didik diharuskan untuk membuat laporan hasil Praktik Kerja Lapangan atau yang dahulu lebih dikenal dengan nama Praktik Kerja Lapangan (PKL) dalam bentuk-bentuk Laporan.
           Selama menjalankan Praktik Kerja Lapangan  ini peserta didik mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang banyak sekali dari Pt. Juahn Indonesia, yang bertempat di Jl. Pangkalan VI RT 001/RW 001 Des. Ciketing Udik. Bantar Gebang Bekasi.
                    Karya Tulis yang telah tersusun ini adalah suatu hasil usaha yang maksimal untuk mendapatkan hasil laporan yang sebaik-baiknya, walaupun masih jauh dari kesempurnaan, baik bobot keilmiahan, bahasan teknik maupun isi laporan mohon dimaklumi, karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik.
    Maksud dan tujuan peserta didik Laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu persyaratan guna mengikuti UAS/UAN 2016/2017.
    Ucapan Terima Kasih peserta didik sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik pemikiran, moril maupun materil sehingga peserta didikan laporan ini selesai tepat pada waktunya, khususnya kepada:

    1.    Ibu Hj.Neneng Atikah selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Hikmah Al-Hakim
    2.    Bapak dr. H. Apep Jamal Naseh selaku KetuaYayasanNurul Hikmah Al-Hakim
    3.    Ibu Eka Pahlawati Syaripudin, SE. M.Si, selaku Kepala Sekolah SMK Nurul Hikmah
    4.    Ibu Nurhayati, S.Pd selaku Wakabid Hubin SMK Nurul Hikmah
    5.    Bapak Doni Efendi, S.Kom Selaku Kepala Program TKJ SMK Nurul Hikmah
    6.    Bapak Mohamad Soma, S.Kom selaku pembimbing di Sekolah
    7.    Ibu Liana selaku pembimbing di Perusahaan Pt. Juahn Indonesia
    8.    Seluruh Dewan Guru, Staff dan Karyawan SMK Nurul Hikmah
    9.    Kedua Orang Tua dan rekan-rekan kami yang telah memberikan dukungan pada kami baik secara moril maupun materil.
    Demikian laporan yang peserta didik susun ini, mungkin masih banyak kekurangan dan  masih jauh, oleh karena itu saya sangat berharap kritik maupun saran yang membangun untuk menambah kekurangan yang ada. Semoga laporan ini bermanfaat baik untuk saya khususnya dan orang yang membacanya.

    Jonggol, Maret 2017



    Peserta Didik

    MOTTO

      
    Sukses tidak diukur menggunakan kekayaan, sukses adalah sebuah pencapaian yang kita inginkan




    DAFTAR ISI


    LEMBAR PERSETUJUAN...................................................................      i
    LEMBAR PENGESAHAN...................................................................      ii
    BIODATA PENULIS............................................................................      iii
    BIODATA PERUSAHAAN.................................................................      iv
    KATA PENGANTAR............................................................................      v
    MOTTO ..................................................................................................      vii
    DAFTAR ISI..........................................................................................      viii
    DAFTAR GAMBAR ............................................................................      v 
    BAB I PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang PKL.................................................................      1
    B. Maksud Dan TujuanPKL .........................................................      3
    C. Manfaat PKL ...........................................................................      4
    D. Lokasi Dan Lamanya PKL ......................................................      6
    BAB II LAPORAN KEGIATAN
    A. Sejarah Berdirinya Perusahaan ................................................      7
    B. Visi Dan Misi Perusahaan.........................................................      8
    C. Struktur Organisasi Perusahaan................................................      9
    D. Kegiatan Pelaksanaan ..............................................................      10
    E. Penjelasan Kegiatan PKL .........................................................      23 
    BAB III PEMBAHASAN
    A. Pengertian Jaringan ..................................................................      24         
    1. Tujuan Membangun Jaringan Komputer ............................      25
    2. Manfaat Jaringan Komputer ……………………………..      25
    3. Jenis-Jenis Jaringan Komputer ………………………… ..      27
    4. Topologi Jaringan ………………………………………...      30
    5. Hadware Jaringan ………………………………………..      35
    B. Cisco Paket Tracer ...................................................................      41
             C. Langkah-Langkah Simulasi Jaringan LAN  .............................      42
    BAB IV PENUTUP
    A. Kesimpulan...............................................................................      50
    B. Saran-Saran...............................................................................      51
    DAFTAR PUSTAKA
    LAMPIRAN – LAMPIRAN

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Topologi Bus  ………….……………..................................      31
    Gambar 2. Topologi Star ……………………………………………....      32
    Gambar 3. Topologi Ring ………………..…………………………….      33
    Gambar 4. Topologi Mes ………………….…………………………...      33
    Gambar 5. Topologi Tree ……………………………………………....      34
    Gambar 6. Router ……………………………………………………...      36
    Gambar 7. Switch ……………………...................................................      36
    Gambar 8. Hub ………………………...................................................      37
    Gambar 9. Repeater …………………………………………………....      37
    Gambar 10. Bridge …………………………………………………….      39
    Gambar 11. Kabel UTP ………………………………………………..      39
    Gambar 12. Kabel STP ………………………………………….……..      40
    Gambar 13. Kabel Coaxial …………………………………………….      40
    Gambar 14. Kabel Fiber Optic ………………………………………...      41
    Gambar 15. Tampiran Packet Tracer …………………………………..      42
    Gambar 16. Tools End Device ………………………………………...      43
    Gambar 17. Tools Switches dan Roters ……………………………….      43
    Gambar 18. Tools Connections ………………………………………..      43
    Gambar 19. Menghubungkan Kabel dari Pc ke Switch ke Router ……      44
    Gambar 20. Tampilan Desain Jaringan ………………………………...      44
    Gambar 21. Konfigurasi pada PC ……………………………………..      45
    Gambar 22. Tampilan Tab Desktop …………………………………....      46
    Gambar 23. IP Configuration ………………………………………….      46
    Gambar 24. Baris Perintah CLI pada Router ………………………….      47
    Gambar 25. Tampilan IP Configuration ……………………………….      49
    Gambar 26. Tampilan Test IP Addres Berhasil ………………………..      49




    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenis pendidikan menengah yang secara khusus mempersiapkan tamatannya untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap latih, mudah beradaptasi terhadap lingkungan dengan segala perubahannya serta dapat mengembangkan diri dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia kerja diberbagai sektor sehingga kebijakan pembangunan  di bidang  pendidikan dapat di arahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sejalan dengan cita-cita yang dicanangkan bangsa Indonesia untuk memasuki era tinggal landas yang penuh persaingan baik regional maupun internasional.
    Bahwa untuk mencapai misi tersebut diatas, diperlukan pendidikan yang mengarah dan mengacu kepada tuntutan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) dapat di maksimalkan. Model pendidikan dimaksud yang kini sudah menjadi kesepakatan bersama yaitu pendidikan berbasis kompetensi dan berbasis luas, kuat  dan mendasar (Broad Based and Competency Based).
    Untuk merealisasikan model pendidikan tersebut, SMK Nurul Hikmah bekerja sama dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) terkait. Pada tahun 2016/2017 ini akan mengadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sehingga terwujud keselarasan dan kesepadanan (Link and Match) antara program pembelajaran yang didapat siswa di sekolah dengan fenomena-fenomena yang terjadi di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
    Usaha meletakan tugas dan peranan SMK Nurul Hikmah di tengah-tengah usaha pembangunan yang secara keseluruhan menuntut adanya tanggung jawab yang besar baik dilihat dari segi intelektual maupun segi lainnya. Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Nurul Hikmah sebagai bentuk  pendidikan yang berbasis kompetensi dan berbasis luas, kuat dan mendasar (Broad Based and Competency Based) yang merupakan laboratorium pendidikan tepat guna, fungsional dan multi perspektif kearah pengembangan, motivasi dan prestasi siswa dalam lingkungan tempat mereka kelak mengabdikan diri.
    Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Nurul Hikmah merupakan intrakulikuler yang sebagai salah satu kewajiban peserta didik yang akan menyelesaikan program study di SMK Nurul Hikmah dan merupakan kesinambungan antara ilmu-ilmu yang didapat di bangku sekolah dengan aplikasi di lingkungan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
    Adapun dasar dan landasan Praktik Kerja Lapangan (PKL)  yaitu :

    1.      Undang-Undang  Dasar  1945.
    2.      Undang- Undang Sistem Pendidikan  Nasional  Nomor  20  Tahun  2003.
    3.      Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional  (SPN).
    4.      Peraturan Menteri  Pendidikan Nasional Nomor  22,  23,  24  Tahun 2006.
    5.      Program Kerja  SMK Nurul Hikmah.




    B.     Maksud dan Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada SMK menuntut semua pihak yang terkait yaitu Komite Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) untuk secara bersama-sama bertanggung jawab terhadap keberhasilannya.
    Ketiga organisasi tersebut dalam melaksanakan tugasnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu:
    1.      Mampu menyelesaikan semua program dan satuan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
    2.      Menata dan mengatur secara bersama-sama seluruh kegiatan yang telah disepakati, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
    3.      Mensosialisasikan seluruh program pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) kepada masyarakat sekolah agar semua pihak yang terkait dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada  pihak SMK memahami secara pas dan tepat tentang tanggung jawab, peran serta fungsi masing-masing.
    Disamping itu, penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bertujuan untuk :
    1.      Menghasilkan tenaga kerja yang siap latih dan siap kerja.
    2.      Memperkokoh keselarasan dan kesepadanan (Link and Match) antara SMK dan dunia kerja.   
    3.      Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas.
    4.      Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai proses pendidikan.
    C.    Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    1.      Bagi Perusahaan/Instansi
    a.       Perusahaan/Instansi terkait mengenal secara persis peserta didik yang belajar dan bekerja di perusahaan/instansi.
    b.      Peserta didik bisa menjadi asset yang bila diperlukan dapat di rekrut menjadi tenaga kerja.
    c.       Peserta didik dapat dilibatkan dalam proses produksi secara aktif sebagai tenaga kerja yang memberi keuntungan kompetitif.
    d.      Selama proses pendidikan melalui kerja di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI), Peserta didik lebih  mudah diatur dan patuh sehingga mudah dibentuk dan dibina sesuai dengan ciri khas Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
    e.       Peserta didik dapat diberi tugas mencari ilmu dan teknologi dari SMK untuk kepentingan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
    f.       Memberi kepuasan bagi perusahaan/instansi atas peran sertanya memajukan pendidikan.
    g.      Sebagai salah satu bukti bahwa perusahaan/instansi memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan sehingga bisa mendapat credit point dari Departemen atau dari pihak yang berkompeten.
    2.      Bagi SMK Nurul  Hikmah
    a.       Adanya umpan balik sebagai hasil integrasi peserta didik dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) sehingga dapat dijadikan bahan penyempurnaan kurikulum SMK Nurul Hikmah sesuai dengan pengembangan dan kebutuhan masyarakat (dunia kerja).
    b.      Para pemikir memproses berbagai informasi yang berharga sehingga dapat di jadikan bahan pengembangan ilmu pengetahuan.
    c.       Mempercepat dan meningkatkan kerja sama antara SMK Nurul Hikmah dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI), Pemerintah Daerah, Instansi Pemerintah dan Lembaga Sosial.
    d.      Berbagai macam keilmuan yang dikembangkan dilingkungan SMK Nurul Hikmah akan dapat dirasakan manfaatnya dalam menggerakkan dan mendorong upaya pembangunan.
    e.       Tujuan pendidikan untuk member profesionalisasi yang terjamin pencapaiannya.
    f.       Memberi kepuasan karena tamatannya memperoleh bekal yang lebih bermakna.
    3.      Bagi Peserta Didik
    a.       Memperdalam penghayatan peserta didik tentang:
    1.      Cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam bekerja.
    2.      Kegunaan hasil pendidikannya bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
    3.      Berbagi masalah dunia kerja terutama ditempat praktik.
    b.      Mendewasakan alam berfikir peserta didik untuk melaksanakan setiap pengkajian dan pemecahan masalah yang ada di dunia kerja secara praktis.
    c.       Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada peserta didik untuk melaksanakan dan mengaktualisasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah dengan di dalam dunia kerja sehingga kelak apabila lulus sanggup mandiri dan sanggup di tempatkan dimana saja.
    d.      Mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi seseorang inovator dan pemecahan masalah (Problem Solver).
    e.       Hasil belajar lebih bermakna, karena memperoleh pengalaman yang menjadi bekal pengembangan diri selanjutnya.
    f.       Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sikap profesionalisasi lebih singkat.
    g.      Pengalaman yang diperoleh dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa bangga pada pekerjaanya.
    D.    Lokasi dan Lamanya Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    Peserta didik melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu di PT.Yuju Indonesia yang beralamat di Jl.Jati 1 blok j5 no 5 Newtontech park Lippo Cikarang.
                Peserta didik melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini berlangsung selama tiga bulan mulai terhitung dari tanggal 05 Oktober 2016 s/d 05 Januari 2016.


    BAB II
    LAPORAN KEGIATAN

    A.    Sejarah Singkat PT. Yuju Indonesia
                PT. Yuju Indonesia adalah perusahaan swasta pribumi yang bergerak
    Dalam bidang elektronik. PT. Yuju Indonesia didirikan pada tanggal 11
    November 1997. PT. Yuju berasal dari Perusahaan Luar Negeri. PT. Yuju pertama kali didirikan di Taiwan, yang perusahaannya di berinamaYuju Enterprise
    Co.Ltd. Perusahaan Yuju di Taiwan di pimpin oleh Kepala Direktur LiU Chao Yang, Direktur oleh Cheng Chung Tao, dan Manager oleh Cheng Pao Chiang,
    Yang, memiliki karyawan sebanyak 30 orang.
    PT. Yuju Indonesia lalu menambah luas pabrik di daerah Bekasi-Cikarang.
    Letaknya di jl.Jati Blok J5 No.5 Newton Techno Park Lippo Cikarang. Di PT.
    Yuju Indonesia ini menambahkan karyawan dari 30 orang karyawan di Taiwan
    menjadi 290 orang karyawan. PT. Yuju Indonesia bekerja sama dengan PT lain.
    Seperti PT yang di bawahini :
    §  PT Panasonic
    §  PT. Sankyo Indonesia
    §  PT. Shinto Kogyo
    §  PT. Nakajima All Indonesia
    §  PT. Top Jaya
    §  PT. Three Star
    §  PT. Hinomoto
    §  PT. Toshiba

    B.     Visi dan Misi PT. Yuju Indonesia
    1.      Visi
    a.    Membangun tatanan perekonomian Nasional yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang maju, adil, dan makmur.
    b.   Komitmen dalam penerapan system manajemen mutu ISO 9001:2000 untuk memberikan keputusan pelanggan melalui produk dan pelayanan dengan mutu terbaik.
    c.    Pengembangan sumber daya manusia dan perbaikan berkesinambungan.
    d.   Menerapkan dan meninjau sasaran mutu secara periode sebagai ukuran keberhasilan dalam mencapai kebijakan mutu.        
    e.    Mengikut sertakan karyawan dalam memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kesesuaian dan tujuan kebijakan mutu.
    2.       Misi
    a.    Menurunkan pencegahan sumber daya alam, energi, material, dan
    Bahan bakar.
    b.   Mencegah dan menangani pencemaran lingkungan dari aktifitas
    Produksi dan bahan kimia termasuk pembuangan limbah.
    c.    Meningkatkan kepedulian karyawan terhadap lingkungan melalui
    Pelatihan dan partisipasi aktif.


    D. Kegiatan Pelaksanaan
             Adapun laporan kegiatan harian yang siswa/i lakukan selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai  berikut:

    Hari / Tanggal
    UraianKegiatan
    Rabu, 05 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 06 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 07 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (34700) pada lower cas
    Sabtu, 08 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin,10 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 11 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 12 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 13 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 14 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 15 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 17 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 18 Okttober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 19 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 20 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 21 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 22 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 24 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 25 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu,  26 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 27 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 28 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 29 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 31 Oktober 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 01 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 02 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 03 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 04 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 05 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 07 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 08 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 09 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 10 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 11 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 12 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 14 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 15 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 16 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 17 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 18 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 19 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 21 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 22 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 23 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 24 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 25 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 26 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 28 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 29 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 30 November 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 01 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 02 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 03 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 05 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 06 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 07 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 08 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 09 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 10 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 12 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 13 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 14 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 15 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at 16 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 17 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 18 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 19 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 20 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 21 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Jum’at, 22 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Sabtu, 23 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Senin, 25 Desember 2016
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Selasa, 03 Januari 2017
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Rabu, 04 Januari 2017
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas
    Kamis, 05 Januari 2017
    ·         Memasangkan packing (3470) pada lower cas
    ·         Memasangkan packing (0820) pada upper cas

    D.    Hasil Kegiatan
    Setelah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
    di PT. Yuju Indonesia. Siswa/i banyak mendapatkan pengetahuan baru
    terutama dalam bidang penjualan dan mengidentifikasi segala kebutuhan
    masyarakat (pelanggan). Siswa/i akan menguraikan hasil kegiatan yang
    dikerjakan selama melaksanakan Praktik kerja Lapangan (PKL) tersebut diantaranya :
    1.      Memasangkan
    Kegiatan ini dilakukan untuk menyiapkan barang lower siap proses




    BAB III
    PEMBAHASAAN

    A.    Pengertian Jaringan Komputer

     Sistem jaringan komputer adalah gabungan atau kumpulan dari beberapa komputer yang dapat diakses secara bersama – sama (seperti floopy disk, CD-ROM, printer, dan sebagainya), dan dapat berhubungan dengan komputer induk sistem lainnya yang letaknya berjauhan. Adapun komunikasi data dapat diartikan pengiriman data secara elektronik dari satu tempat ke tempat lain melalui suatu media komunikasi, dan data yang dikirimkan tersebut merupakan hasil atau akan diproses oleh suatu sistem computer. Sistem jaringan dapat memiliki peralatan pada komputer server untuk dipakai secara bersama dengan komputer client-nya. Namun pada setiap komputer lokal dapat juga dipasang peralatan khusus untuk keperluan komputer lokal tersebut.
    Dalam jaringan ada tiga komponen utama yang harus dipahami, yaitu :
    1.      Host atau node, yaitu sistem komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Node ini dapat berupa:
    o   Server : komputer tempat penyimpanan data dan program-program aplikasi yang digunakan dalam jaringan,
    o   Client : komputer yang dapat mengakses sumber daya (berupa data dan program aplikasi) yang ada pada server,Shared pheriperal : peralatan-peralatan yang terhubung dan digunakan dalam jaringan (misalnya, printer, scanner, harddisk, modem, dan lain-lain).
    o   Link, adalah media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node lainnya. Media ini dapat berupa saluran transmisi kabel dan tanpa kabel,
    o   Software (Perangkat Lunak), yaitu program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai pengatur komunikasi data dan periferal dalam jaringan.
    B.     Tipe-tipe Jaringan Komputer
    Ada beberapa tipe jaringan komputer yang umumnya digunakan. Berikut ini beberapa klasifikasi tipe jaringan komputer yang ada :
    1.        Berdasarkan letak geografis
    o   Local Area Network (LAN), jaringan ini berada pada satu bangunan atau lokasi yang sama, dengan kecepatan transmisi data yang tinggi (mulai dari 10 Mbps ke atas), dan menggunakan peralatan tambahan seperti repeater, hub, dan sebagainya.

    o   Metropolitan Area Network (MAN), jaringan ini merupakan gabungan beberapa LAN yang terletak pada satu kota(jangkauan 50-75 mil) yang dihubungkan dengan kabel khusus atau melalui saluran telepon, dengan kecepatan transmisi antara 56 Kbps sampai 1 Mbps, dan menggunakan peralatan seperti router, telepon, ATM switch, dan antena parabola.


    o   Wide Area Network (WAN), jaringan ini merupakan gabungan dari komputer LAN atau MAN yang ada di seluruh permukaan bumi ini yang dihubungkan dengan saluran telepon, gelombang elektromagnetik, atau satelit; dengan kecepatan transmisi yang lebih lambat dari 2 jenis jaringan sebelumnya, dan menggunakan peralatan seperti router, modem, WAN switches..

     
    2.        Berdasarkan arsitektur jaringan
    o   jaringan peer to peer
    o   jaringan berbasis server (server-based network/server-client network)
    o   jaringan hibrid.
    (Bagian ini akan dibahas lebih lanjut pada bahasan selanjutnya)
    3.         Berdasarkan teknologi transmisi
    o   Jaringan switch, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima melalui mesin-mesin perantara atau saluran telepon,
    o   Jaringan broadcast, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima dilakukan secara broadcast (disiarkan ke segala arah) baik melalui saluran kabel maupun saluran tanpa kabel.
    Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:
    1. Workstation Dalam jaringan, workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. User berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga dapat mengakses program aplikasi pada workstation yang dapat bekerja sendiri di workstation (stand-alone) itu sendiri ataupun menggunakan jaringan untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.
    Workstation dapat berfungsi sebagai :
    a.       Server
          Sesuai dengan namanya, ini adalah perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan klien yang terhubung pada jaringan tersebut. Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tertentu, seperti untuk penggunaan printer secara bersama (print server), untuk hubungan eksternal LAN ke jaringan lain (communication server), dan file server yakni disk yang digunakan secara bersama oleh beberapa klien. Server ini tidak dapat digunakan sebagai klien, karena baik secara hardware maupun software, ia hanya berfungsi untuk mengelola jaringan.
         Ada pula server yang berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya, sehingga server tersebut dapat juga digunakan sebagai workstation oleh user.
    b.      Client
    Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai klien dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi, server melayani, sedangkan klien dilayani.
    2.      Link
    Link atau hubungan dalam Jaringan Lokal dikenal sebagai media transmisi berupa kabel maupun tanpa kabel, yang secara fisik menghubungkan server dan klien.
    3.      Transceiver
    Transceiver (transmitter-receiver) merupakan perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi .
    4.      Kartu Jaringan (Network Interface Card / NIC)
    Kartu jaringan ini adalah kartu yang dipasang pada PC yang mengendalikan pertukaran data antarworkstation yang ada dalam jaringan lokal. Setiap workstation harus dilengkapi dengan NIC yang secara fisik terhubung langsung dengan bus internal dari PC.
    5.      Perangkat Lunak Jaringan
    Perangkat lunak jaringan mencakup:
    o   sistem operasi LAN,
    o   perangkat lunak aplikasi,
    o   perangkat lunak pemrograman, dan
    o   program utiliti.
    Perangkat lunak ini sangat penting dan mutlak untuk memungkinkan komunikasi antara sistem komputer yang satu dengan sistem komputer lainnya. Tanpa perangkat lunak ini, jaringan tidak akan berfungsi. Sistem komputer dengan LAN dapat menjalankan semua perangkat lunak aplikasi yang dapat berjalan pada stand-alone pc.
    C.     ARSITEKTUR JARINGAN KOMPUTER
           Arsitektur jaringan komputer merupakan tata cara penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data.
    Ada tiga bentuk arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan komputer:
    1.      Jaringan peer to peer
    Pada jaringan peer to peer (Gambar 2.2.), semua komputer memiliki posisi setara/sejajar, dalam hierarki yang sama. Setiap komputer dapat menjadi klien terhadap komputer peer lainnya, setiap komputer dapat pula berbagi sumber daya dengan komputer yang berada dalam jaringan peer-to-peer ini. Sumber daya diletakkan secara desentralisasi pada setiap anggota jaringan, dan tidak memerlukan administrator jaringan.
               Aliran informasi bisa mengalir di antara dua komputer secara langsung, di mana pun. Namun, jaringan ini tidak sepenuhnya bebas tanpa kontrol, masih bisa digunakan password untuk memproteksi file dan folder, dapat juga diatur agar orang-orang tertentu tidak bisa menggunakan periferal tertentu.
                Karena kemudahan pemasangan, pemeliharaan, serta biaya, jaringan ini lebih populer untuk jaringan dengan jumlah komputer yang sedikit (sekitar 2 sampai 20 komputer).
                 Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi antar komputer dengan hierarki yang sama karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server maupun klien.
                                  
                                              Gambar  Jaringan peer-to-peer
    2.      Jaringan client/server
               Pada jaringan client/server (Gambar 2.3.), perangkat lunak yang mengontrol keseluruhan kerja jaringan berada pada server. Jaringan ini dapat menghubungkan ratusan komputer dengan tingkat keamanan yang tidak dimungkinkan dalam jaringan peer-to-peer.
                 Jaringan ini bisa diatur sehingga setiap klien harus log on ke server sebelum bisa memanfaatkan sumber daya yang terhubung ke server. Server lalu mengotentikasi klien dan memverifikasi bahwa komputer yang digunakan klien tersebut memiliki izin untuk log on ke jaringan, dengan memeriksa username dan password klien tersebut terhadap database pada server.

    3.      Jaringan hybrid
                    Jaringan ini merupakan gabungan dari sifat pada jaringan peer to peer dan client/server. Workgroup yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung dapat mengelola sumber daya tanpa membutuhkan otorisasi dari administrator jaringan atau server. Pada jenis jaringan ini, terdapat pula sifat dari jaringan client/server sedemikian sehingga tingkat keamanan dapat lebih terjaga dan adanya server yang mempunyai suatu fungsi layanan tertentu, seperti sebagai file server, print server, database server, mail server, dan lainnya.




    BAB IV
    PENUTUP


    A.      Kesimpulan
    Selama peserta didik melaksanakan Praktik Kerja Industri (PKL) selama 3 (tiga) bulan ini, yaitu sejak tanggal 05 Oktober 2016 – 05 Januari 2017 peserta didik banyak sekali mendapat pengalaman yang berharga.
    Hal-hal yang menyangkut pekerjaan di perusahaan peserta didik bisa lebih memahami dari mulai yang mudah diselesaikan sampai dengan yang sulit diselesaikan. Selama melaksanakan Praktik Kerja Industri (PKL) ini peserta didik mendapatkan ilmu untuk bekal dalam dunia kerja yang sebenarnya nanti.
    Peserta didik mengharapkan laporan ini dapat menjadi suatu acuan bagi peserta didik dan khususnya bagi para pelajar lainnya, agar lebih termotivasi lagi dalam meniti karir. Dengan adanya Praktik Kerja Industri ( PKL ) peserta didik mendapatkan banyak manfaat yaitu :
    a.             Bertanggug jawab dengan pekerjaan yang dibebankan.
    b.            Disiplin dalam bekerja.
    c.             Dapat menghargai waktu.
    d.            Berfikir kreatif.
    e.             Bersikap sopan dan ramah.
    f.             Rajin dan mempunyai kualitas kerja.
    g.            Menghormati pimpinan/atasan perusahaan.
    h.            Tidak mudah putus asa.

    B.     Saran-Saran
    1. Untuk Sekolah
    a. Lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan di SMK Nurul Hikmah, karena dengan kedisiplinan kita dapat menjalankan aktifitas dengan lancar.
    b. Pihak sekolah harus lebih memperhatikan siswa/siswi dalam melaksanakan PKL, juga mengertikan siswa/siswi akan keluhan.
    c. Pihak sekolah harus lebih memperluas jaringan dalam melakukan kerjasama dengan Perusahaan/Instansi untuk mempermudah latihan Praktik Kerja Industri (PKL).
    d. Diadakan kunjungan Industri bd.agi para siswa/siswi setiap tahun sebelum dilaksanakan PKL, sehingga siswa/siswi dapat melihat secara langsung dan mendapat pandangan terhadap perusahaan.
    2. Untuk Perusahaan/Instansi
    a. Pembimbing hendaknya memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada siswa/siswi PKL sebelum memberikan tugas.
    b. Dalam memberikan pekerjaan kepada peserta didik PKL sebaiknya pihak  perusahaan lebih terbuka dan tidak ragu-ragu.
    c. Tingkatkan perhatian dan bimbingan terhadap peserta didik PKL.